Wednesday, 24 March 2010 11:25 Admin Istrator
Print PDF
Kanker payudara merupakan salah satu kanker yang terbanyak ditemukan di Indonesia. Biasanya kanker ini ditemukan pada usia 40-49 tahun dan letak terbanyak di payudara bagian atas.
 
Apa penyebabnya?
Penyebab pasti kanker payudara tidak diketahui dengan pasti. Umumnya adanya benjolan dipayudara akan mendorong seorang wanita untuk ke dokter. Benjolan pada tumor ganas yang kecil sulit dibedakan dengan benjolan pada tumor jinak. 
 
Pada awalnya rangsangan dari zat atau keadaan tertentu akan merangsang sel pada payudara mengalami penyimpangan sehingga berubah menjadi sel kanker. Sel tersebut akan membelah diri sehingga akan terbentuk lebih banyak lagi sel kanker. Karena adanya penyimpangan maka sel kanker ini akan mengalami pembelahan dan pertumbuhan yang tidak teratur dan terkendali sehingga semakin lama akan semakin banyak dan besar serta dapat masuk ke pembuluh darah sehingga dapat menyebar ke organ lain dan berkambang disana.
 
Mulanya mungkin hanya akan dirasakan sebuah benjolan kecil tanpa gejala lain namun bila tidak cepat dideteksi benjolan tersebut dapat semakin membesar, penyebaran sel kanker pada payudara akan menimbulkan kerutan pada kulit seperti kulit jeruk, penarikan kedalam puting susu dan keluarnya cairan dari puting, bila sel mulai menyebar keluar payudara akan timbul benjolan pada ketiak atau pada kelenjar diatas tulang dada. Hal yang ditakutkan dari kanker payudara adalah penyebarannya yang cepat, sel kanker yang menyebar ke organ lain ini dapart menyebabkan kematian karena ia akan tumbuh dan berkembang di organ tersebut, misalnya diotak dapat menimbulkan kejang atau lumpuh, sedangkan diparu-paru dapat menyebabkan sesak nafas dan penimbunan cairan diparu-paru.
Faktor resiko
Beberapa faktor resiko diduga berhubungan dengan kejadian kanker payudara antar lain :
  • Usia > 30 tahun 
  • Melahirkan anak pertama pada usia > 35 tahun 
  • Tidak kawin atau belum pernah hamil. 
  • Usia pertama kali haid < 12 tahun 
  • Usia menopause (berhentinya haid) > 55 tahun 
  • Pernah mengalami infeksi, trauma atau operasi tumor jinak payudara 
  • Mendapatkan terapi hormonal yang lama 
  • Mempunyai kanker payudar pada sisi yang lainnya 
  • Pernah menjalani operasi pada organ reproduksi misalnya tumor pada kandung telur.
  • Pernah mengalami radiasi didaerah dada 
  • Ada riwayat keluarga denngan kanker payudara misalnya pada ibu, saudara perempuan ibu, saudara perempuan bapak, saudara perempuan adik atau kakak. 
  • Memakai pil KB pada penderita tumor jinak payudara. 
Gejala klinis
 Penderita biasanya merasakan adanya benjolan di payudara, rasa sakit, keluar cairan dari puting susu, timbul kelainan kulit seperti dimpling (tertariknya kulit kedalam), kemerahan, luka atau lecet, dan peau d”orange (kulit berkerut seperti kulit jeruk). Teraba pembesaran kelenjar ditempat lain seperti di ketiak. Bila sudah terjadi metastase (penyebaran sel kanker ke organ lain) penderita dapat merasakan gejala seperti nyeri kepala, mual, muntah, kejang, sesak nafas, nyeri ditulang.
 
Pengobatan
Tergantung pada stadium penyakit yang sedang berlangsung, bila kanker ditemukan dini dan belum menyebar maka masih dapat dilakukan operasi namun bila telah terdapat sedikt penyebaran maka selain kanker di payudara diangkat juga harus disertai radiasi sedangkan bila telah stadium lanjut atau sel kanker telah meyebar ke organ tubuh yang lain maka harus dilakukan kemoterapi
Pencegahan
Untuk pendeteksian dini maka dianjurkan setiap wanita untuk selalu melaksanakan SADARI (pemeriksaan diri sendiri).
Teknik SADARI :
  1. Posisi berdiri didepan cermin. Lakukan pengamatan dengan posisi tangan disamping badan, perhatikan keadaan payudara kiri dan kanan, simetris atau tidak, lihat pada puting perhatikan letak dan bentuknya apakah ada tarikan kedalam, dann lihat adakah kelainan pada kulitnya. Kemudian angkat tangan keatas dan perhatikan apakah ada bayangan tumor dibawah kulit yang ikut bergerak keatas. 
  2. Posisi berbaring. Sebaiknya dengan posisi punggung diganjal bantal. Letakkan lengan dibawah kepala dan mulailah melakukan perabaan pada payudarakan dimulai dari bagian dalam dekat puting keluar, rasakan apakah ada benjolan atau massa dibawah kulit. Lakukan hal yang sama pada payudara sisi yang lainnya. 
Sebaiknya pemeriksaan dilakukan kurang lebih 1 minnggu setelah keluar haid dan bila ditemukan suatu benjolan yang mencurigakan segeralah berkonsultasi dengan dokter.
 
Daftar Pustaka
- Kapita selekta kedokteran edisi III, media aesculapius, jakarta, 2000 
- www.handoko.net 
- Buku ajar ilmu bedah edisi revisi, EGC, jakarta 1997
Last Updated on Tuesday, 08 February 2011 02:50

RESEP ONLINE

JURNAL KESEHATAN

Catat histori medikasi & kesehatan Anda sebagai referensi pengobatan ke depan klik disini

You are here:   HomeRagamInfo PenyakitKanker Payudara

LAYANAN PELANGGAN

021 3857245 ext.120

0856.185.8005 (SMS only)

care@kimiafarmaapotek.com

NEWSLETTER

Daftar disini untuk mendapatkan informasi promo dan update dari KFA