Wednesday, 24 March 2010 11:23 Admin Istrator
Print PDF
Barangkali usus buntu diciptakan Tuhan untuk menambah khasanah perbendaharaan kata sehingga terdapat istilah penyakit usus buntu. Organ tubuh yang merupakan juntaian dari usus halus ini, kadang disebut umbai cacing, belum juga ditemukan fungsi khususnya secara ilmiah. Mungkin penghasil hormon-hormon tertentu, tetapi belum pasti terbukti. Yang jelas, apabila usus buntu ini meradang dan parah, bisa mengakibatkan kematian.
 
Apa itu Penyakit Usus Buntu ?
Umbai cacing atau usus buntu (appendix) adalah kantung kecil berbentuk cacing yang melekat pada usus besar tepat di ujung usus halus. Sejauh ini, fungsinya tak diketahui. Tanpa usus buntu, orang tetap bisa hidup sehat. Sebaliknya, usus buntu yang meradang dan bocor bisa mengancam jiwa. 
 
Apa penyebabnya ?
Sebagaimana fungsinya, sejauh ini juga belum diketahui penyebab pasti radang usus buntu. Dugaan sementara adalah terjebaknya serpihan tinja keras ataupun biji kecil yang termakan di dalam usus buntu. 
 
Faktor resiko
Radang usus buntu (appendicitis), bisa terjadi pada segala usia. Kasus terbanyak pada usia delapan tahun sampai 25 tahun. Radang usus buntu jarang terjadi pada anak di bawah dua tahun. 
Gejala klinis
Gejala radang usus buntu sangat bervariasi. Gejala awal umumnya nyeri atau rasa tidak enak di bagian tengah perut. Gejala ini datang dan pergi sehingga sering dikira sakit perut biasa. Setelah beberapa saat, nyeri makin terasa dan menetap di perut kanan bawah. Rasa nyeri meningkat jika bergerak atau batuk. Sering kali disertai kehilangan nafsu makan, tidak enak badan, muntah, demam, dan kulit memerah. Napas juga menjadi bau.
Karena gejala tidak terlalu khas, diagnosis penyakit juga tidak mudah. Umumnya, dokter akan menanyakan sejarah kesehatan serta sejarah keluarga. Orang yang di dalam keluarga ada penderita radang usus buntu cenderung mengalami gangguan serupa. Dokter akan menekan perut bagian kanan bawah untuk mengetahui sumber nyeri. Kadangkala dokter melakukan pemeriksaan dalam dengan memasukkan jari ke anus atau vagina. Juga dilakukan pemeriksaan darah dan urine untuk mengetahui ada tidaknya infeksi. Jika dokter mau lebih pasti, bisa dilakukan pemeriksaan tambahan berupa rontgen perut, ultrasonografi usus buntu atau pemeriksaan computed tomography (CT-Scan).
Sering kali pemeriksaan tambahan dianggap berlebihan dan mahal. Jika dugaan kuat ada radang usus buntu, biasanya dokter langsung menyarankan operasi. Karena gejalanya mirip dengan sejumlah gangguan perut lain, tak heran tiga di antara 10 operasi terjadi pada usus buntu normal.
 
Pengobatan
Operasi usus buntu dilakukan dengan membuat irisan horizontal tiga sampai enam sentimeter di perut kanan bawah. Operasi dilakukan dengan pembiusan umum. Dengan alasan kosmetis, saat ini operasi usus buntu bisa dilakukan secara laparoskopis, yaitu membuat tiga lubang kecil (beberapa milimeter) untuk jalan masuk endokamera dan peralatan bedah. Dengan demikian, luka operasi sangat minim, bahkan tak kentara lagi setelah beberapa minggu. 
Usus buntu yang meradang dan tak segera dioperasi bisa bocor sehingga radang meluas dalam rongga perut. Hal serupa bisa terjadi dalam proses operasi jika usus buntu pecah sebelum dikeluarkan dari rongga perut. Namun, kini hal itu bisa diatasi dengan antibiotika serta pengeluaran zat-zat yang bocor dari rongga perut.
 
Pencegahan
Radang usus buntu jarang terjadi di daerah yang pola makan penduduknya tinggi serat. Namun, belum dibuktikan bahwa makanan tinggi serat bisa mencegah radang usus buntu. 
 
Daftar Pustaka
www.infosehat.com 
Last Updated on Tuesday, 08 February 2011 03:06

RESEP ONLINE

JURNAL KESEHATAN

Catat histori medikasi & kesehatan Anda sebagai referensi pengobatan ke depan klik disini

You are here:   HomeRagamInfo PenyakitUsus Buntu

LAYANAN PELANGGAN

021 3857245 ext.120

0856.185.8005 (SMS only)

care@kimiafarmaapotek.com

NEWSLETTER

Daftar disini untuk mendapatkan informasi promo dan update dari KFA