Tuesday, 23 March 2010 15:00 Admin Istrator
Print PDF
Putik baru berusia 3 tahun. Hampir setiap sore, setelah seharian bermain di luar bersama teman-temannya, Putik menangis sambil memegang-megang betisnya. Rasa sakitnya lebih sering muncul di musim hujan/dingin. Setengah tak percaya, kedua orang tua Putik harus menerima bahwa putri mereka menderita rheumatik bawaan, menular dari sang Ibu, walau usia Putik masih balita.
 
Apa itu Rheumatik dan Encok ?
Keduanya disebut juga dengan penyakit sendi degeneratif. Penyakit ini merupakan penyakit kerusakan tulang rawan sendi yang berkembang lambat dan berhubungan dengan usia lanjut. 
 
Apa penyebabnya?
Rheumatik merupakan penyakit sendi yang disebabkan kelainan struktur tulang, misalnya bentuk kaki X, atau O, kegemukan, atau usia lanjut, dan juga bisa karena turunan. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan tetapi hanya bisa dicegah kambuhnya. Beberapa hal yang menyebabkan kambuhnya penyakit ini antara lain beban berlebihan pada sendi tulang yang memiliki rheumatik dan suhu dingin.
 
Faktor resiko
Beberapa faktor resiko yang berhubungan dengan penyakit ini antara lain :
- Usia lebih dari 40 tahun 
- Jenis kelamin wanita lebih sering 
- Suku bangsa tertentu 
- Genetik 
- Kegemukkan dan penyakit metabolik lainnya 
- Cedera sendi, pekerjaan tertentu dan olahraga 
- Kelainan pertumbuhan 
- Kepadatan tulang 
 
Gejala klinis
Gejala utamanya adalah nyeri pada sendi yang terkena, terutama pada saat bergerak. Umumnya timbul secara perlahan-lahan, mula-mula terasa kaku, kemudian timbul rasa nyeri yang berkurang dengan istirahat. Terdapat hambatan pada pergerakan sendi, kaku pada pagi hari, kadang terdengar bunyi pada saat menggerakkan sendi, dan perubahan gaya berjalan. Tanda--tanda peradangan pada sendi pun sering kali ditemukan, seperti pembengkakan senndi, nyeri tekan, gangguan gerak, rasa hangat yang merata, dan warna kemerahan.
 
Pengobatan
Tidak ada pengobatan dengan obat yang khusus, obat yang diberikan biasanya bersifat menghilangkan gejala yang timbul dan mengurangi peradangan yang terjadi karena penyakit ini banyak dipengaruhi oleh faktor penuaan. Fisioterapi dengan pemakaian panas dan dingin di pusat rehabilitasi dengan program latihan yang tepat akan banyak membantu.
 
”Obat rematik” yang banyak dijumpai di pasaran, termasuk yang diberikan dokter, adalah obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) yang harus benar-benar memperhitungkan derajat penyakit yang diderita, takaran obat, serta jangka waktu pemakaian. Berikut adalah kemungkinan efek samping OAINS
- Studi epidemiologi menunjukkan 20-30 % pemakai mempunyai komplikasi pada lambung sebagai akibat respons individu yang berbeda terhadap OAINS. Jadi, seseorang mengalami borok lambung setelah minum OAINS A, tidak selalu kambuh bila minum
OAINS B.
  
- Efek samping terhadap ginjal, termasuk gagal ginjal akut, hipertensi, retensi cairan dan hiperkalemia (kadar kalium yang tinggi di dalam darah). Faktor penyedia efek samping terhadap ginjal pada pemakaian obat golongan ini berupa gangguan fungsi ginjal, kekurangan cairan karena berbagai sebab diabetes melitus, gangguan fungsi hati serta gagal jantung. 
- OAINS tertentu dapat memicu serangan asma karena hambatan pada prostaglandin yang berfungsi menurunkan tonus otot cabang tenggorokan.
- Efek samping pada kulit, susunan saraf pusat, darah serta paru-paru. Kebanyakan reaksi kulit terhadap pemakaian OAINS pada kulit relatif ringan. 
- Sedangkan pada susunan saraf, dapat timbul suara berdenging, sakit kepala, bahkan rasa mengantuk. 
- Pada darah, dapat terjadi anemiaplastik, anemihemolitik maupun trombositopeni. 
 
COX-2 Inhibitor
Melihat kenyataan tersebut, kini dikembangkan obat baru dengan tujuan memperkecil efek samping terhadap pemakaian dalam jangka waktu tertentu. Obat yang termasuk dalam kelas COX-2 inhibitor terbaru (Rofecoxib) diharapkan dapat meminimalkan efek samping tersebut. Meski demikian tetap dianjurkan untuk melakukan upaya pencegahan, dengan menjaga sikap badan, cara bekerja serta pengaturan makanan, sebelum memutuskan untuk menggunakan obat. Obat sebenarnya merupakan pertimbangan terakhir, mengingat berbagai efek samping tersebut.
Pencegahan
Tindakan pencegahan yang bisa dilakukan antara lain:
- Lakukan perlindungan sendi dengan mengoreksi postur tubuh yang jelek, menghindarkan aktifitas yang berlebihan pada sendi yang sakit dan memakai alat-alat untuk meringankan kerja sendi.
- Diet untuk menurunkan berat badan dapat mengurangi timbulnya serangan.
Daftar Pustaka
Prof. Dr. Myrnawati, Mewaspadai Efek Samping Obat Rematik, www.SinarHarapan.com, 2002 
Last Updated on Tuesday, 08 February 2011 04:17

RESEP ONLINE

JURNAL KESEHATAN

Catat histori medikasi & kesehatan Anda sebagai referensi pengobatan ke depan klik disini

You are here:   HomeRagamInfo PenyakitRheumatik

LAYANAN PELANGGAN

021 3857245 ext.120

0856.185.8005 (SMS only)

care@kimiafarmaapotek.com

NEWSLETTER

Daftar disini untuk mendapatkan informasi promo dan update dari KFA