Tuesday, 23 March 2010 11:39 Admin Istrator
Print PDF
Kalau boleh mengulang masa lalu, rasanya Indah ingin kembali ke 10 tahun lalu dan minum banyak-banyak. Kegiatan-kegiatannya di kampus dulu membuatnya banyak melakukan aktivitas di luar dan sering membuatnya lupa minum. Walaupun hanya segelas air putih. Sekarang, dengan dengan penuh penyesalan, ia terpaksa harus menjalani proses cuci darah yang menyakitkan itu seminggu sekali karena ginjalnya sering mogok bekerja. Sungguh sayang, bunga kampus itu kini menderita gagal ginjal.
 
Apa itu Gagal Ginjal ?
Ginjal adalah sepasang organ tubuh yang berfungsi untuk menyaring urin dan terletak di sekitar pinggang kita. Gagal ginjal akut terjadi apabila fungsi ginjal menurun secara mendadak akibat terjadinya peningkatan hasil metabolisme dari tubuh. Akibat gagal ginjal ini, ginjal tidak dapat menjalankan fungsinya sebagai penyaring urin sehingga sisa-sisa racun dan kotoran yang seharusnya dibuang menumpuk dalam darah. Karenanya pada gagal ginjal berat dibutuhkan cuci darah reguler (hemodialisa).
 
Apa Penyebabnya ?
Gagal ginjal dapat terjadi tiba-tiba dan dapat pula terjadi karena adanya proses yang telah lama mengganggu fungsi ginjal baik itu baik disadari maupun tidak. 
 
Ada berbagai faktor yang bisa menjadi kambing hitam penyebab gagal ginjal. Perdarahan, dehidrasi, keadaan syok, infeksi pada ginjal merupakan penyebab tersering timbulnya gagal ginjal yang akut (tiba-tiba) sedangkan adanya hambatan dalam saluran kemih baik itu bawaan atau disebabkan oleh tumor, batu ginjal atau keracunan jengkol merupakan penyebab dari terjadinya gagal ginjal dalam waktu yang lama (kronis)
 
Penyebab terbanyak yang umum dikenal masyarakat adalah gagal ginjal yang disebabkan adanya batu dalam ginjal. Hal ini diawali oleh diet yang salah yang banyak mengandung zat-zat yang dapat menumpuk dan mengkristal didalam ginjal seperti asam urat, jengkol ataupun kalsium ditambah dengan kebiasaan penderita yang malas minum banyak air putih. Keadaan tersebut lambat laun akan meyebabkan terjadi penumpukan zat didalam ginjal yang lama kelamaan akan menjadi kristal yang sering disebut dengan batu, bila diameter batu tersebut masih dibawah 2mm dapat keluar sendiri melalui saluran kemih namun bila timbul batu dengan diameter yang besar akan susah untuk mengalir keluar yang kemudian tentu akan menjadi penghambat aliran darah didalam ginjal. Proses ini akan menyebabkan timbul infeksi yang semakin mempercepat kerusakan ginjal. 
 
Gejala klinis
Pada awalnya mungkin seseorang yang telah ada batu diginjalnya tidak merasakan keluhan apapun dalam jangka waktu yang cukup lama. Apabila diameter batu masih kecil (di bawah 2 mm) maka batu tersebut dapat keluar bersama aliran air kemih sehingga penderita mungkin merasakan air kencing yang agak berpasir atau bahkan mendapatkan butiran-butiran batu yang sangat kecil. Bila diameter batu mulai membesar dan menghalang aliran urine penderita mulai merasakan sakit di daerah pinggang kiri dan kanan. Dan pada komplikasi yang lebih lanjut penderita biasanya terlihat pucat, tidak dapat buang air kecil atau keluar air kecil hanya sedikit sekali, bengkak pada kaki atau kelopak mata, dapat ditemukan tekanan darah yang meninggi, muntah-muntah atau bahkan sesak nafas, pada keadaan ini biasanya fungsi ginjal telah mengalami banyak penurunan.
 
Pengobatan 
Pengobatan pada gagal ginjal tergantung pada faktor penyebab terjadinya gagal ginjal tersebut, misalnya gagal ginjal yang disebabkan oleh perdarahan maka harus dilakukan dahulu upaya penghentian perdarahan yang terjadi atau bila gagal ginjal disebabkan oleh akibat infeksi pada ginjal maka infeksi yang terjadi harus segera diobati. Pada penderita dengan batu ginjal dapat diobati dengan obat yang melarutkan batu atau pengobatan dengan sinar laser yang bertujuan memecah batu (litotripsi) sehingga dapat keluar bersama urine. Bila pengobatan tersebut tidak berhasil maka harus dilakukan operasi pengangkatan batu.
Bila fungsi ginjal sudah sangat menurun, dilakukan proses cuci darah secara berkala. Darah dalam tubuh dialirkan ke luar melalui selang dan 'dicuci' dalam tabung mesin pencuci darah kemudian dialirkan kembali ke dalam tubuh kita. Proses ini harus dilakukan berkala dimana apabila kadar racun dalam darah kembali pekat maka proses pencucian dilakukan kembali.
Alternatif lain adalah dengan transplantasi organ ginjal. Transplantasi ini biasanya berhasil berkat bantuan orang-orang terdekat, misalnya anggota keluarga kandung sebagai donor ginjal yang akan diberikan kepada penderita.
 
Pencegahan
Gagal ginjal bukanlah penyakit turunan. Jadi, bila ingin menghindari penyakit ini, yang harus dilakukan adalah menjalani pola hidup sehat.
 
Daftar Pustaka
- Kapita selekta kedokteran edisi III, media aesculapius, jakarta, 2000 
- Buku ajar ilmu bedah, edisi revisi, EGC, jakarta, 1997 
Last Updated on Wednesday, 09 February 2011 09:29

RESEP ONLINE

JURNAL KESEHATAN

Catat histori medikasi & kesehatan Anda sebagai referensi pengobatan ke depan klik disini

You are here:   HomeRagamInfo PenyakitGagal Ginjal

LAYANAN PELANGGAN

021 3857245 ext.120

0856.185.8005 (SMS only)

care@kimiafarmaapotek.com

NEWSLETTER

Daftar disini untuk mendapatkan informasi promo dan update dari KFA