Saturday, 20 March 2010 19:29 Admin Istrator
Print PDF
Apa itu Step ?
Step adalah istilah umum pada masyarakat yang arti sebenarnya adalah kejang, kejang yang dimaksud dalam hal ini umumnya adalah kejang demam yaitu suatu reaksi kejang yang terjadi pada anak-anak yang disebabkan oleh suhu tubuh yang sangat tinggi. Meski kejang demam jarang menyebabkan kematian atau gejala sisa, namun kejang pada anak perlu diwaspadai karena kejang yang lama (lebih dari 15 menit) dapat menyebabkan kerusakan saraf otak sehingga menjadi epilepsi, kelumpuhan, bahkan retardasi mental. 
 
Apa penyebabnya ?
Tiap penyakit atau kelainan yang mengganggu fungsi otak dapat menyebabkan timbulnya bangkitan kejang. Contohnya, trauma lahir, trauma kepala, radang otak, tumor otak, perdarahan otak, hipoksia (kekurangan oksigen dalam jaringan), gangguan peredaran darah, gangguan metabolisme, gangguan elektrolit, alergi, keracunan obat/zat kimia, faktor keturunan, serta cacat bawaan. Ada dua kelompok kejang, yaitu kejang dengan demam, baik kejang demam sederhana maupun kejang demam karena penyakit lain atau ada gangguan dalam batok kepala. Dan, jenis kedua adalah kelompok kejang tanpa demam yang disebabkan gangguan elektrolit darah akibat muntah dan diare, gula darah rendah akibat sakit lama, asupan makan kurang, atau kejang lama serta yang disebabkan epilepsi. 
 
Gejala klinis
Kriteria kejang demam sederhana, antara lain, umur penderita berkisar empat bulan sampai empat tahun, kejang tidak lebih dari 15 menit, kejang timbul dalam 16 jam pertama demam, frekuensi kurang dari empat kali dalam setahun, serta neurologis normal sebelum atau setelah kejang. Bentuk kejang bermacam-macam, tergantung sel neuron yang terangsang dan berapa luas rangsangan menjalar. Dari yang ringan seperti rasa tidak enak di perut, sampai yang berat seperti kesadaran menghilang disertai kejang. 
 
Faktor resiko
Dua sampai tiga persen anak dapat mengalami kejang demam. Bila salah satu orang tua mempunyai riwayat kejang demam, risiko kejang pada anak lebih tinggi. Sekitar 25-50 persen anak yang pernah kejang demam berisiko kena kejang demam kembali dalam tahun pertama setelah kejang. Ada kemungkinan penderita kejang demam menjadi epilepsi jika ada riwayat kejang demam dalam keluarga, kelainan neurologis atau gangguan perkembangan sebelum menderita kejang demam, serta jika kejang demam berlangsung lebih dari 15 menit. Risiko retardasi mental lima kali lebih besar jika kejang demam diikuti kejang tanpa demam.
 
Pengobatan
Pengobatan kejang demam yang disarankan adalah antipiretik (penurun panas) dengan diazepam. Sedang kejang epilepsi diobati dengan obat anti-epilepsi. 
 
Pencegahan
Jika anak Anda terserang panas tinggi dan mengalami kejang demam (stuip), berikut saran-saran untuk mengatasi anak kejang demam : 
1. Bersikaplah tenang, jangan panik. 
2. Anak jangan diselimuti, karena suhu badannya akan semakin tinggi, lepaskan kancing bajunya. 
3. Kompres dengan air suam-suam kuku, dimaksudkan agar uap air dari badannya mengurangi suhu badannya. 
4. Kompres dengan alkohol 70% (awas jangan sampai kena mata) di sekujur badannya. 
5. Beri minum air putih yang banyak, karena banyak minum air putih diharapkan akan sering kencing dan suhu badan badan segera turun. 
6. Beri obat penurun panas. Jika dalam waktu 5 menit, keadaan anak tidak membaik segeralah bawa ke Dokter atau Puskesmas terdekat. 
 
Daftar Pustaka
www.anakku.net

ASK PHARMACIST

Rubrik ini diasuh oleh Kimia Farma Apotek. Untuk mengirim pertanyaan seputar kesehatan & obat, klik disini
Pertanyaan :

RESEP ONLINE

JURNAL KESEHATAN

Catat histori medikasi & kesehatan Anda sebagai referensi pengobatan ke depan klik disini

You are here:   HomeHealth InfoKesehatan UmumStep

LAYANAN PELANGGAN

021 3857245 ext.120

0856.185.8005 (SMS only)

care@kimiafarmaapotek.com

NEWSLETTER

Daftar disini untuk mendapatkan informasi promo dan update dari KFA