Tuesday, 08 December 2009 16:07 Ollie
Print PDF
hipertensi.jpg
HIPERTENSI atau tekanan darah tinggi adalah keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal. Tekanan darah adalah tekanan yang diukur sewaktu jantung sistolik dan diastolik. Jantung berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh.
 
Pengukuran tekanan darah
Td sistolis adalah tekanan pada dinding arteriole sewaktu jantung menguncup (sistole) atau sewaktu memompa darah keluar 
Td diastolis adalah tekanan sewaktu jantung mengendur (diastole) kembali
Jadi td sistolis selalu > tinggi dari td diastolis
Td normal: 120-140/80-90 mm hg
Td juga akan meningkat sesuai usia, akibat adanya pengapuran/ penebalan dan pengerasan liang pembuluh darah
Sebagai pedoman untuk:
orang muda (< 18 th) : 130/80
19 th s/d 65 th : 150/90
lansia (> 65 th) : 160/95 
 
Resiko hipertensi 
Menyebabkan kerja jantung memompa darah lebih keras lagi, yang dapat berakibat gagal jantung, dengan gejala sesak napas dan udema di kaki
Menyebabkan tekanan di pembuluh arteri menjadi keras guna menahan td yang meningkat, yang dapat berakibat pecahnya pembuluh kapiler otak (stroke)
 
Faktor resiko merupakan faktor  pencetus terjadinya penyakit jantung dan penyakit pembuluh darah:
Hipertensi 
Hiperkolesterolemia 
Merokok
Diabetes
Kurang berolah raga
Stres
Usia dan kelamin
Hipersisteinemia
Keturunan (hereditas)
 
Faktor fisiologis yang mengatur tekanan darah
1) sistim renin – angiotensin
2) volume pukulan jantung
3) kelenturan dinding arteri
4) penglepasan neurohormon (adrenalin dan noradrenalin)
1) Sistim renin–angiotensin
Volume pukulan jantung
Semakin besar kontraksi, semakin besar pula volume darah yang dipompa keluar jantung (sistol), dan semakin besar efek kenaikan tekanan darah yang terjadi 
Garam dapur (nacl), dapat mengikat air, sehingga volume darah total meningkat
Efeknya, tekanan pada dinding arteri menjadi meningkat, jantung menaikkan tekanannya untuk menyalurkan volume darah yang bertambah
Akibatnya td jadi naik
 
Kelenturan dinding arteri
Pembuluh darah yang dinding (liang) nya telah mengeras karena endapan kolesterol atau kapur/kalsium atau endapan
trombosit, akan mengakibatkan td nya lebih tinggi dibandingkan dengan pembuluh yang masih elastis 
 
Penglepasan neurohormon
Keadaan emosi, stres, berolah raga dan merokok akan memicu sistem syaraf adrenergik melepaskan adrenalin dan noradrenalin
Kedua hormon ini di dalam  darah memiliki sifat menciutkan arteri  perifer (vasokonstriktor)
Karena pembuluh darah menciut, akibatnya tekanan darah naik 
Faktor-faktor yang dapat meningkatkan tekanan darah:
1) Garam 
ion natrium bekerja menahan (retensi) sekresi air, sehingga volume dan tekanan darah di pembuluh menjadi bertambah besar. Akibatnya td menjadi naik 
2) Stress
ketegangan emosional merangsang  syaraf adrenergik untuk melepaskan adrenalin dan nor adrenalin (hormon stress) yang memiliki sifat vasokonstriktif, vasokontriksi pada pembuluh darah  mengakibatkan jantung memompa lebih keras lagi untuk mengalirkan darah, akibatnya td menjadi naik 
3) Merokok
nikotin dalam asap rokok memiliki sifat vasokonstriktif. Vasokontriksi pada pembuluh darah  mengakibatkan jantung memompa lebih keras lagi untuk mengalirkan darah, akibatnya td menjadi naik 
4) Pil antihamil
mengandung hormon wanita (estrogen) yang bekerja menahan sekresi (retensi) air sehingga volume dan tekanan darah di pembuluh menjadi bertambah besar. Akibatnya td menjadi naik 
5) Hormon pria  dan kortikosteroid
juga bekerja menahan sekresi (retensi) air sehingga volume dan tekanan darah di pembuluh menjadi bertambah besar. Akibatnya td menjadi naik 
6) Kehamilan
bila uterus mengalami kurang darah, karena aktivitas janin, maka ginjal akan menaikkannya dengan proses renin - angiotensin
Gejala, pencegahan dan tindakan:
Gejala: hipertensi tidak memiliki gejala, kecuali diketahui dengan pengukuran tekanan darah
Pencegahan: meskipun keturunan memegang peranan penting, tapi pola hidup dan makan sangat penting dalam menghindari hipertensi yang utama adalah:
Menurunkan berat badan (untuk yang over weight), 
Mengurangi komsumsi garam dan gula, 
Berolah raga  
Berhenti rokok
Tindakan umum:
Menurunkan berat badan, sebab setiap penurunan 1 kg dapat menurunkan td 0.7/0.5 mm hg
Mengurangi komsumsi garam (karena sifatnya dapat menahan atau  retensi air)
Membatasi komsumsi kolesterol, karena sifatnya yang dapat mengendap dan mengeras di pembuluh darah (atherosclerosis)
Berhenti merokok:
Membatasi minum kopi (< 3 cangkir sehari), karena coffein bersifat vasokonstriktor, sehingga terjadi kenaikan td
Membatasi minum alkohol, karena alkohol dapat meningkatkan tensi diastolis
Istirahat cukup, agar hidup tenang dan tidak stres
 
Image Source: Kabarindonesia.com 
Last Updated on Wednesday, 09 February 2011 04:30

RESEP ONLINE

JURNAL KESEHATAN

Catat histori medikasi & kesehatan Anda sebagai referensi pengobatan ke depan klik disini

You are here:   HomeRagamInfo PenyakitHipertensi

LAYANAN PELANGGAN

021 3857245 ext.120

0856.185.8005 (SMS only)

care@kimiafarmaapotek.com

NEWSLETTER

Daftar disini untuk mendapatkan informasi promo dan update dari KFA