Thursday, 06 October 2011 05:18 Admin Istrator
Print PDF

Batuk rejan adalah infeksi saluran napas (infeksi pada paru-paru) yang menyebabkan serangan batuk yang bertubi-tubi. Infeksi ini disebabkan oleh bakteri yang disebut Bordetella pertussis. Pertussis adalah nama lain dari batuk rejan.

Batuk rejan mudah sekali ditularkan. Bakteri tersebar melalui sebutir cairan ludah yang keluar saat batuk atau bersin. Bakteri ini juga dapat menyebar dari tangan ke hidung bila tangan telah bersentuhan dengan bakteri tersebut. Contohnya, bila anak anda telah terinfeksi dan anda mengusap hidung mereka dengan tisu lalu anda mengusap hidung anak lain, anda telah menyebarkan infeksi bakteri tersebut melalui tangan anda.

70-100% dari orang yang tinggal di rumah yang sama dengan dengan penderita batuk rejan biasanya akan terinfeksi. Penyakit ini terutama sangat serius bila terjadi pada bayi berusia kurang dari 6 bulan. Bayi-bayi pengidap batuk rejan biasanya perlu dirawat di rumah sakit. Anak-anak dan orang dewasa juga dapat menderita penyakit ini. Biasanya anak-anak dan orang dewasa yang terkena batuk rejan tidak akan kelihatan sakit parah, tapi mereka bisa menderita batuk selama berminggu-minggu.

Ada imunisasi untuk mencegah terjadinya batuk rejan. Anak-anak yang telah diimunisasi tetap dapat tertular batuk rejan tapi biasanya tidak berdampak serius.

Gejala dan Tanda-tanda

1. Batuk rejan biasanya gejalanya mirip dengan selesma, seperti hidung mampet dan batuk kering, yang berlangsung selama kurang lebih satu minggu.
2. Setelah itu, batuk terus berlanjut, yang mungkin akan mencapai satu minggu. Batuk akan makin panjang dan sering kali berakhir dengan suara seperti orang menarik napas.
3. Pada anak-anak, batuk berulang-ulang dapat membuat mereka muntah.
4. Anak-anak biasanya kelihatan sehat bila tidak sedang batuk.
5. Pada kasus-kasus yang lebih parah, bayi dan anak-anak mungkin mengalami kesulitan untuk bernapas sehabis batuk.
6. Anggota keluarga yang lain sering kali juga mengalami batuk.
7. Pada bayi-bayi yang masih berusia di bawah 6 bulan, mungkin akan mengalami berhenti bernapas (yang disebut apnoea) bukan hanya batuk-batuk biasa.

Bagaimana Menegakkan Diagnosis

1. Biasanya dokter Anda akan menentukan apakah anak Anda menderita batuk rejan dengan mengajukan pertanyaan tentang batuk yang mereka alami atau dengan melihat anak Anda saat sedang batuk.
2. Pemeriksaan sekresi yang diambil dari hidung dan tes darah kadang-kadang dapat membantu untuk memastikan diagnosis tersebut.

Perawatan

Jenis-jenis perawatan yang dilakukan sangat bergantung pada banyak hal termasuk:

1. Usia anak Anda
2. Seberapa parah gejala yang dialami
3. Berapa lama anak Anda telah mengalami gejala tersebut.

Batuk rejan sangat berbahaya untuk para bayi, penderita yang masih berusia bayi ini yang biasanya harus dirawat di rumah sakit untuk diawasi secara intensif. Anak-anak dengan usia yang lebih dewasa yang mengalami gejala yang lebih parah juga biasanya harus dirawat di rumah sakit. Waktu yang diperlukan untuk penyembuhan sangat berbeda untuk setiap anak.

Antibiotik

Dokter Anda mungkin akan meresepkan antibiotik untuk anak Anda, tapi pemberian antibiotik bukanlah suatu keharusan. Pengobatan dengan antibiotik dapat mengurangi berapa lama anak Anda berada dalam kondisi yang mampu menularkan penyakitnya. Bila anak Anda sudah mengalami gejala batuk lebih dari 21 hari, mereka tidak lagi dapat menularkan penyakitnya. Pada kasus seperti ini, antibiotik biasanya tidak diperlukan.

Bersekolah

Anak Anda tidak boleh pergi ke sekolah atau tempat penitipan :

1. Selama 3 minggu dari saat ia mulai batuk, bila tidak ada pemberian antibiotik atau
2. Selama setidaknya 5 hari setelah mereka minum antibiotik.

Perawatan untuk Orang-orang Di Sekitar Penderita

1. Batuk rejan sangat mudah menular. Seringkali anggota keluarga yang lain atau orang lain yang sering melakukan kontak dengan penderita juga terinfeksi.
2. Batuk rejan sangat menular pada saat 3 minggu sebelum dan 3 minggu setelah batuk dimulai. Bila anak Anda diberi antibiotik, mereka masih dapat menularkan infeksi penyakit tersebut sampai mereka telah mengkonsumsi antibiotik selama lima hari.
3. Antibiotik harus diberikan pada semua orang yang tinggal di rumah yang sama atau yang melakukan kontak dengan anak Anda saat mereka dalam masa penularan.

Pencegahan

1. Imunisasi yang lengkap pada anak-anak adalah cara terbaik untuk mengendalikan batuk rejan.
2. Vaksinasi diberikan pada anak usia 2, 4, 6 bulan, dan pada usia 4 tahun.
3. Semua orang tua dengan anak berusia di bawah 8 tahun harus memeriksa apakah jadwal imunisasi anak mereka telah sesuai jadwal dan meminta dokter anak untuk melakukan imunisasi yang tertinggal.
4. Sesuai peraturan, para dokter yang merawat pasien yang diduga atau telah dipastikan menderita batuk rejan harus memberitahu Departemen Sosial (Departemen Kesehatan). Departemen kesehatan melakukan pencatatan tentang berapa banyak anak yang terinfeksi setiap tahun.

Hal-hal yang Perlu Diingat

1. Batuk rejan sangat berbahaya untuk bayi berusia di bawah 6 bulan. Bayi yang menderita batuk rejan biasanya perlu dirawat di rumah sakit.
2. Batuk rejan sangat mudah menular dan seringkali anggota keluarga yang lain atau orang-orang yang melakukan kontak dengan penderita akan terinfeksi.
3. Bila anak Anda sudah batuk selama lebih dari 21 hari (3 minggu), mereka tidak lagi dapat menularkan infeksinya. Anak-anak ini biasanya tidak membutuhkan antibiotik.

 

 

Source : blogsehat.com

Last Updated on Thursday, 06 October 2011 07:32

RESEP ONLINE

JURNAL KESEHATAN

Catat histori medikasi & kesehatan Anda sebagai referensi pengobatan ke depan klik disini

You are here:   HomeRagamInfo PenyakitBatuk Rejan

LAYANAN PELANGGAN

021 3857245 ext.120

0856.185.8005 (SMS only)

care@kimiafarmaapotek.com

NEWSLETTER

Daftar disini untuk mendapatkan informasi promo dan update dari KFA